Rabu, 05 Desember 2012

Kesombongan Berakhir SengsaraKesombongan Berakhir Sengsara Kicauan burung terdengar merdu, sang mentari yang menyinari dunia telah dating. Di sebuah sekolah ada siswa yang semangat belajarnya sangat tinggi, ia bernama Nana. Nana selalu belajar dengan giat, agar ia dapat mengumpulakan banyak pretasi, sama seperti kakaknya. Suatu hari diadakan lomba kesenian, di lomba tersebut ada terdapat beberapa bidang diantaranya: Lomba menyanyi, Story telling, Menulis cerpen dan lain-lain. Guru-guru di sekolah itu mampercayai Nana di lomba tersebut dalam bidang Story Telling. Keesokan harinya Nana dan teman-temannya berangkat ketempat lomba tersebut. Selama perjalanan Nana terus berlatih, sehingga ia tak menyempatkan diri untuk beristirahat dan mengobrol dengan temannya. Rhyry yang satu bidang dengan Nana berkata “Na, udah donk kamu gak capek? Dari tadi kamu belum ada istirahat loh?”. Karena Nana merasa terganggu dengan ucapan Rhyry. Ia memarah-marahi Rhyry, dan ia berkata “ Eh, biasa aja donk. Suka-suka aku donk mau ngapain, ada masalah buat kamu?”. Selama diperjalanan mereka terus bertengkar, dan akhirnya Divdiv teman Nana dan Rhyry, melerai mereka dan berkata” Udahlah temen-temen kalian jangan bertengkar donk. Kita harus berusaha, biar kita semua menang!”. Setelah mendengar perkataan Divdiv mereka mulai menyadari bahwa untuk apa bertengkar karena hal yang sepele. Tanpa membuang waktu Nana langsung memeluk Rhyry dan meminta maaf. Tak terasa ternyata mereka sudah sampai ditempat perlombaan. Nana merasa gugup, karena Nana demam panggung. Tiba-tiba Rhyry yang sebidang dengan Nana memberikan motivasi agar Nana percaya diri. Tibalah giliran Nana untuk maju, setelah Nana selesai menunjukkan bakatnya juri langsung membarikan pendat kepada Nana. Juri berkata “ Penampilan kamu sangat bagus, kamu layak untuk mendapatkan juara”. Perasaan gugup Nana seketika berubah menjadi senang. Setelah semua peserta menunjukkan kemampuannya, semua peserta dikumplkan di lapangan untuk memberitahu pemenang di setiap lomba. Tibalah di bidang Story Telling, juri menyebutkan nama-nama pemenang “Pemenang ketiga dipegang oleh Aulinia, Pemenang kedua dipegang oleh Novia, dan pemenang pertama dipegang oleh Nana. Nana begitu senang, Dia berfikir bahwa usaha yang ia lakukan selama ini tidak sia-sia. Kemudian juri juga memberikan sebuah infirmasi yang penting bahwa “ Seluruh pemenang pertama dari segala bidang perlombaan agar mempersiapkan diri, karena dua hari lagi akan dibawa ke tingkat provinsi. Lomba diadakan si Brastagi. Sekian dan terimakasih”. Saaatnya pun telah tiba, Nana pun berangkat ke Brastagi bersama teman-temannya dan guru pembimbingnya. Selama di perjalanan ia bersantai-santai dan tak memperdulikan mengenai lombanya, karena didalam fikiran Nana dialah yang paling hebat dan takkan ada yang dapat mengalahkannya. Guru pembing Nana berkata “ Na yuk latihan buat lomba?”. Nana menjawab “ Ya ampun udahlah buk ngapain kita latihan, toh gak aka nada yang bisa lebih baik dari pada aku”. Guru pembimbing Nana terus menasehati Nana, agar dia berlatih untuk lombanya. Tetapi tetap saja Nana tak mau mendengarnya. Tibalah saatnya untuk Nana tampil, Nana naik ke atas panggung dengan perasaan bahwa ia adalah calon pemenang. Sesampai Nana diatas panggung, ana merasa gugup dan ia tak bisa mengatakan apa-apa di atas panggung itu. Karena Nana gugup, Nana langsung turun dari panggung dengan perasaan malu. Tibalah saat pengumuman pemenang, juri menyebutkan nama-nama pemenang. Dari juara satu sampai tiga tidak ada nama Nana. Nana menangis karena ia merasa bahwa ia dalah orang yang paling bodoh. Nana lari meninggalkan tempat perlombaan itu, ia berusaha untuk menenangkan dirinya tetapi tidak bisa. Tiba-tiba pembimbing Nana mengatakan “ Yah sudahlah kekalahan adalah awal dari kesuksesan dan kita tidak boleh puas atau pin bersombong diri dengan apa yang kita punya”. Setelah mendengar perkataan guru pembimbingnya perasaannya sudah mulai legah. Dan sepulang ia dari sana ia mulai mereKesombongan Berakhir Sengsara

          Kicauan burung terdengar merdu, sang mentari yang menyinari dunia telah dating. Di sebuah sekolah ada siswa yang semangat belajarnya sangat tinggi, ia bernama Nana. Nana selalu belajar dengan giat, agar ia dapat mengumpulakan banyak pretasi, sama seperti kakaknya. Suatu hari diadakan lomba kesenian, di lomba tersebut ada terdapat beberapa bidang diantaranya: Lomba menyanyi, Story telling, Menulis cerpen dan lain-lain.
            Guru-guru di sekolah itu mampercayai Nana di lomba tersebut dalam bidang Story Telling. Keesokan harinya Nana dan teman-temannya berangkat ketempat lomba tersebut. Selama perjalanan Nana terus berlatih, sehingga ia tak menyempatkan diri untuk beristirahat dan mengobrol dengan temannya. Rhyry yang satu bidang dengan Nana berkata “Na, udah donk kamu gak capek? Dari tadi kamu belum ada istirahat loh?”. Karena Nana merasa terganggu dengan ucapan Rhyry. Ia memarah-marahi Rhyry, dan ia berkata “ Eh, biasa aja donk. Suka-suka aku donk mau ngapain, ada masalah buat kamu?”.
            Selama diperjalanan mereka terus bertengkar, dan akhirnya Divdiv teman Nana dan Rhyry, melerai mereka dan berkata” Udahlah temen-temen kalian jangan bertengkar donk. Kita harus berusaha, biar kita semua menang!”. Setelah mendengar perkataan Divdiv mereka mulai menyadari bahwa untuk apa bertengkar karena hal yang sepele. Tanpa membuang waktu Nana langsung memeluk Rhyry dan meminta maaf.
            Tak terasa ternyata mereka sudah sampai ditempat perlombaan. Nana merasa gugup, karena Nana demam panggung. Tiba-tiba Rhyry yang sebidang dengan Nana memberikan motivasi agar Nana percaya diri. Tibalah giliran Nana untuk maju, setelah Nana selesai menunjukkan bakatnya juri langsung membarikan pendat kepada Nana. Juri berkata “ Penampilan kamu sangat bagus, kamu layak untuk mendapatkan juara”. Perasaan gugup Nana seketika berubah menjadi senang. Setelah semua peserta menunjukkan kemampuannya, semua peserta dikumplkan di lapangan untuk memberitahu pemenang di setiap lomba. Tibalah di bidang Story Telling, juri menyebutkan nama-nama pemenang “Pemenang ketiga dipegang oleh Aulinia, Pemenang kedua dipegang oleh Novia, dan pemenang pertama dipegang oleh Nana. Nana begitu senang, Dia berfikir bahwa usaha yang ia lakukan selama ini tidak sia-sia. Kemudian juri juga memberikan sebuah infirmasi yang penting bahwa “ Seluruh pemenang pertama dari segala bidang perlombaan agar mempersiapkan diri, karena dua hari lagi akan dibawa ke tingkat provinsi. Lomba diadakan si Brastagi. Sekian dan terimakasih”.
            Saaatnya pun telah tiba, Nana pun berangkat ke Brastagi bersama teman-temannya dan guru pembimbingnya. Selama di perjalanan ia bersantai-santai dan tak memperdulikan mengenai lombanya, karena didalam fikiran Nana dialah yang paling hebat dan takkan ada yang dapat mengalahkannya. Guru pembing Nana berkata “ Na yuk latihan buat lomba?”. Nana menjawab
“ Ya ampun udahlah buk ngapain kita latihan, toh gak aka nada yang bisa lebih baik dari pada aku”. Guru pembimbing Nana terus menasehati Nana, agar dia berlatih untuk lombanya. Tetapi tetap saja Nana tak mau mendengarnya.
            Tibalah saatnya untuk Nana tampil, Nana naik ke atas panggung dengan perasaan bahwa ia adalah calon pemenang. Sesampai Nana diatas panggung, ana merasa gugup dan ia tak bisa mengatakan apa-apa di atas panggung itu. Karena Nana gugup, Nana langsung turun dari panggung dengan perasaan malu. Tibalah saat pengumuman pemenang, juri menyebutkan nama-nama pemenang. Dari juara satu sampai tiga tidak ada nama Nana. Nana menangis karena ia merasa bahwa ia dalah orang yang paling bodoh. Nana lari meninggalkan tempat perlombaan itu, ia berusaha untuk menenangkan dirinya tetapi tidak bisa. Tiba-tiba pembimbing Nana mengatakan “ Yah sudahlah kekalahan adalah awal dari kesuksesan dan kita tidak boleh puas atau pin bersombong diri dengan apa yang kita punya”. Setelah mendengar perkataan guru pembimbingnya perasaannya sudah mulai legah. Dan sepulang ia dari sana ia mulai merendah diri, dan mencoba untuk terus belajat dari kesalahan.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar